Que Sera, Sera

First. Before you, all of the readers which I wish I had any, start reading this post until its last full stop, I would like to tell you that this, might seem ridiculous or even don’t seem to make any sense at all. But, it depends on what will really happen in the future.

Second. Okay… since you read this line, I can tell that you’re curious enough to know what this is all about actually. BUT, I need you to promise, after you finish reading this post of mine, please do not let me know that you have read it. And by that promise, it also means that you are prohibited to ask, tell, or even interrogate me with anything related to this post.

Third. Great, you’ve reached this line and… I’ll take that as an agreement. So, here you go. Continue reading “Que Sera, Sera”

Advertisements

Isyarat Batas

Jika bukan karena
semburat senja yang tenggelam di hangat bibirmu
dan hamparan lembayung yang menunduk malu
samar-samar terganti gemulung kelabu

Katakan padaku
akankah kau tetap memilih ‘tuk bergegas
biarkan genggam ini terhempas?

Jika bukan karena
kemilau pasir yang memudar di tiap bisiknya
serta gaung yang diteriakkan gelapnya samudera
syahdu iringi gemintang berdansa

Aku benar ragu
kita akan berhenti dan memutar langkah
tinggalkan jejak yang gemakan pasrah

Dan jika bukan karena
hembus angin yang menelusup di sela peluk
juga purnama yang titahkan surya ‘tuk bungkuk
sebagaimana kita yang kepada-Nya tunduk

Yakinkan aku
tasbihmu malam ini mendengar nama kita
sepertiĀ tirthaku yang lelah menjadi saksi atas tiap doa

Surabaya, 17 Januari 2016
Menunggu purnama tiba
(dan kamu, yang bersimpuh di bawah teduhnya)