Malam Panjang di Kayungyun

“Apa arti kebahagiaan bagimu?”

Suatu malam, perempuan di depanku berkata bahwa ia masih belum menemukan jawaban atas pertanyaan tersebut. Setelah menelan beberapa suap es bubur kacang hijau dan bercerita ngalor ngidul┬átentang banyak hal, ia mengatakannya. Dari semua pertanyaan yang dilayangkan teman-teman diskusinya, hanya pertanyaan itu yang membuatnya diam sejauh ini. Sejurus kemudian, ia berceloteh lagi tentang sebuah topik. Aku menimpali, kadang sedikit mendebat ketika topiknya kukuasai, kadang kurespon dengan anggukan ketika topiknya tak kusukai (dan tak kukuasai). Tak jarang pula obrolan kami berbelok jauh dari topik awal, karena entah mengapa kami selalu saja menemukan celah untuk diperbincangkan, dan itu semua berimbas pada durasi diskusi yang semakin tak bisa diprediksi kapan akan berakhir. Continue reading “Malam Panjang di Kayungyun”

Advertisements