Three Magic Words

A friend of mine, Adnina Fithra Azzahra (Ai), just got her bachelor degree in pharmacy a few days ago. I was the fool who didn’t make it to her graduation. So, to make amends, I decided to write her a letter delivered in three different parts. If you’re one of my Instagram followers, you’ve probably seen this cringe-worthy writing. But if you don’t mind to read it all over again, I’ll appreciate it. Enjoy.

 

Thank You.jpg
Congratulations, Adnina Fithra Azzahra, S. Farm!

 

Continue reading “Three Magic Words”

Advertisements

Ya’aburnee

Ya’aburnee [Arabic] (n.) “You bury me.” A declaration of one’s hope that they will die before another person because of how unbearable it would be to live without them.

Continue reading “Ya’aburnee”

Tolong Sampaikan, Langgam

Ada sedikitnya dua hal yang membuatku terkejut di hari ulang tahunku yang kedua puluh satu pada Desember 2016 lalu. Pertama, fakta bahwa aku tidak (jadi) mati. Dan kedua, obrolan singkat bersama adik perempuan pertamaku, Langgam, melalui sebuah aplikasi chatting. Isinya sungguh singkat.

L: “Mas” (17.23)
L: “Ada laki-laki yang mau ngobrol sama ayah. Mungkin mas mau mewakili?” (17.24)
B: “Ga” (17.39)
L: “Dia mau deketin cici.” (17.57)

Pesan terakhir hanya kubaca dan kudiamkan hingga keesokan harinya. Seharian aku tidak dapat benar-benar fokus pada tugas maupun kegiatan yang kulakukan lantaran pesan adikku itu.

Dan kini, barulah aku berusaha untuk menyadari bahwa setaksiap dan setakrela apapun aku, saat seperti ini pasti akan tiba. Adikku tidak akan selamanya selalu bersamaku. Aku tidak akan selalu di sampingnya. Aku tidak akan mendorongnya menembus rintang lagi. Aku tidak akan menjadi orang pertama yang mendengar ceritanya lagi. Akan ada seseorang yang datang dengan kereta kuda dan mengantarkannya menuju istana dalam hatinya. Ia kelak akan bersamanya hingga Tuhan yang memisahkan. Dan kepadanya, aku mohon pastikan surat ini sampai dan bermuara di benaknya. Bisa ‘kan, Langgam?

***

Continue reading “Tolong Sampaikan, Langgam”