Selamat Jatuh Cinta, Ekspresi!

Ekspresi Lagi
Kiri ke kanan: Anggit, Alief, Dian, Bageur, Novita, Kevin, Miw, Fandi, Zeniar, Yoga, Zizi, Kus.

Ditulis untuk mengapresiasi setiap bentuk cinta yang mereka berikan selama satu tahun ini. Mengingat setiap kisah merupakan privasi bagi kami berduabelas, maka seluruh cerita cinta berikut diputuskan untuk tidak disampaikan dalam bentuk narasi, melainkan puisi. Seluruh nama pun disembunyikan agar kita bisa saling memahami tanpa justifikasi.

Sebuah saran yang tidak harus diikuti (akan lebih baik bila diikuti): bacalah perlahan-lahan, tidak perlu terburu-buru menghabiskan kesebelas fragmen cinta ini karena masing-masing dari mereka menawarkan kisah yang berbeda. Selamat membaca. Selamat satu tahun untuk kita.

Dan, selamat jatuh cinta.

Continue reading “Selamat Jatuh Cinta, Ekspresi!”

Advertisements

SKAM: Sebuah Celoteh

Season 1: Eva – A lover and her endless insecurity.
Season 2: Noora – A feminist and her stolen dignity.
Season 3: Isak – A gay and his self-acceptance journey.
Season 4: Sana – A moslem and her unspoken loyalty.

Tiga minggu yang lalu, aku baru saja menonton sebuah serial televisi asal Norwegia atas saran temanku, Ira. Judul serial itu, sebagaimana tercantum pada judul tulisan ini, adalah ‘SKAM’.

Aku sendiri menamatkan serial empat season ini satu minggu kemudian, dan secara umum, serial ini memberikan banyak kesan bagiku. Baik secara positif maupun negatif. Dan selagi kesan tersebut masih dapat kurasakan, aku berusaha untuk tidak menunda menuliskannya. Aku khawatir jika aku menunda lebih lama, tulisan ini hanya akan mengendap di dalam draf seperti tulisan tentang ’13 Reasons Why’ yang tak kunjung kupublikasikan.

Kemudian, berhubung aku bukan seorang kritikus film, tulisan ini tentu akan jauh sekali dari ulasan-ulasan kredibel yang dapat dengan mudah ditemukan di luar sana yang membahas secara rinci dari segi musikal, sinematografi, psikologi, hingga segi spiritual. Aku pribadi hanya ingin berceloteh perihal kesan yang kudapat selama menikmati serial ini, dan tentu saja, ini akan menjadi sangat subjektif.

Aku juga berusaha sebisa mungkin untuk tidak membocorkan serial ini supaya siapapun dapat membacanya tanpa perlu khawatir akan mengetahui akhir ceritanya. Selamat membaca.

***

Continue reading “SKAM: Sebuah Celoteh”