Memahami Surabaya

IMG_6708
Lokasi: Kampung Nelayan Kedung Cowek

Puan, jika kelak kita dipertemukan, kumohon ingatkan aku untuk membawamu kemari. Ke kota yang telah menempaku hingga menjadi seperti ini. Kota yang menemaniku tumbuh dan belajar memahami.

Kota yang mungkin, akan kamu cintai.

***

Aku akan mengajakmu berkeliling kampus pahlawan, tempatku menimba ilmu dan bertemu orang-orang baru.

Kita akan bersama-sama menyusuri koridor yang menjadi saksi saat aku tergesa-gesa berlari menuju kelas, lalu diusir karena sudah melewati batas.

Aku akan membuatmu gemuk dengan memaksamu pergi dari satu tempat makan ke tempat makan lainnya, dari penyetan hingga restoran: tempatku dan teman-temanku dulu rapat atau sekadar melepas penat.

Jika sudah lelah, kita bisa berjalan pelan dari taman ke taman dan berbaring di atasnya sambil berharap Surabaya bisa sedikit menurunkan teriknya.

Terakhir, aku akan mengajakmu ke gedung tempatku beberapa kali menonton teater bersama kekasihku dulu. Kita bisa bergandengan dalam gelap, kamu bisa bersandar di bahuku hingga terlelap.

Tunggu. Kamu cemburu? Baiklah, kita tidak usah ke sana, kalau begitu.

***

Puan, kamu mungkin tidak akan langsung mencintai Surabaya saat menginjakkan kaki untuk pertama kali.

Teriknya bisa jadi membuatmu murka. Dialek orang-orangnya mungkin bisa membuatmu menangis karena terdengar begitu bengis. Tapi tak apa, kamu hanya perlu waktu untuk bisa memahami kota ini.

Konon, jika kamu bisa mencintai Surabaya, kamu belajar arti cinta yang sesungguhnya. Tentang bagaimana kamu berbesar hati terhadap segala kekurangan dan tak menutup mata atas segala kelebihan. Bagaimanapun, setiap sudut kota menyimpan banyak cerita.

Jika kamu belum bisa mencintai Surabaya, tidak apa-apa. Kita akan belajar sama-sama.

Sekarang, kamu cukup mencintaiku saja.

***

Catatan:
Diunggah pertama kali di Instagram dalam rangka mengikuti kegiatan @30haribercerita. Tema yang ditentukan untuk satu hari itu adalah KOTA.

Advertisements

12 thoughts on “Memahami Surabaya

  1. Kami mungkin tidak akan langsung mencintai Surabaya….
    Teriknya bisa jadi membuatmu murka.
    Dialek orang-orangnya mungkin bisa membuatmu menangis…
    Benar🙃 Oh Surabaya mengapa kau begitu??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.