Puisi-puisi November

1/ menyinggahi matamu

izinkan aku untuk menjaga malam dan mengganggumu sebentar saja dengan mengetuk matamu. di ketukan ketiga, kuharap kamu mempersilakanku masuk agar kamu tidak lagi bermimpi seorang diri.

aku memeluk sebuah toples kaca dan kuharap kamu bertanya perihal isinya agar aku bisa menjawabnya—hadiah untukmu. aku menyimpan hujan dan senja di dalamnya, dua hal yang dapat kamu temukan dengan mudah dalam sebuah puisi.

kutambahkan degup seorang pria yang baru saja berhujan-hujanan bersama kekasihnya saat aku masih di perjalanan menuju matamu. kupinta sekalian gigil sang kekasih dan ia memberiku gemeretak giginya—sekarang kamu tahu mengapa toples ini bergetar di pelukanku. kupetik sedikit demi sedikit bau hujan di taman berharap kamu tersenyum ketika menghirupnya.

kuhubungi teman-temanmu dan meminta sepotong binar di mata mereka saat mengenang waktu-waktu bersamamu. tawa yang tak bisa mereka sembunyikan juga kusisipkan sekalian—sekarang kamu tahu mengapa toples ini bernyanyi di dadaku. kuberikan toples ini kepadamu berharap kamu tidak kesepian saat aku memutuskan pergi dari matamu.

***

2/ sepasang

beberapa hari setelah hari ini
dua puluh tahun yang lalu

tuhan titipkan melalui dirimu sebuah kesunyian dan sepasang lampu taman, wangi hujan dan segala hal yang membuatku nyaman.

tuhan titipkan di taman itu sepasang tenang di rerumputan, sepasang kenang di sisi jalan, juga sepasang yang sendirian: seekor burung dan sebatang dahan tempatnya bersarang—kicau dan desau yang takkan pernah meregang.

beberapa hari setelah hari ini
dua puluh tahun yang lalu

tuhan teringat sesuatu: bahwa ia telah lebih dulu titipkan dalam dadaku seekor burung yang tak tahu ke mana ia harus pulang.

***

3/ aku kepada kita

embun kepada pagi

adalah senja kepada matahari
adalah langit kepada pelangi
adalah kepala kepada hati
adalah tanah kepada hujan
adalah kerikil kepada jalan
adalah raga kepada pelukan
adalah foto kepada cahaya
adalah lagu kepada nada-nada
adalah puisi kepada kata-kata

adalah—

***

4/ percakapan di dalam kereta

nanti, ketika seseorang membuatmu patah hati, kuharap kamu hanya menangis sekali dan mengingat kisah ini.

aku mencuri dengar ini di kereta dalam perjalanan menuju cahaya. salah seorang penumpang, entah di kursi mana, berbicara kepada kekasih di sampingnya.

“aku cinta kamu,”
“aku tak bisa hidup tanpamu,”
“kamu digariskan untukku,”
“kamu membuatku utuh,”

dan ungkapan lainnya yang nyaris membuat pecah kaca jendela.

menyadari kejengahan penumpang lainnya, sang kekasih kemudian berkata,

“dalam cinta,
satu tambah satu sama dengan tiga.
kamu dan aku bertemu, tanpa sadar
telah menumbuhkan entitas baru—
katakanlah kembang sepatu.”

“kenanga.”

“baiklah. kenanga.
ia tumbuh karena genggaman tangan kita,
obrolan makan apa hingga misteri semesta,
setiap gelak tawa, bahkan amarah juga
air mata. kita merawatnya bersama—”

interupsi—“sesaat lagi kereta akan tiba di stasiun cahaya. periksa kembali seluruh kenangan anda, jangan sampai ada yang tertinggal atau tertukar.”

“berpisah artinya
tidak ada lagi
kita
yang merawat kenanga itu
bersama.
kamu tetap satu. aku tetap satu.
satu-satunya yang tidak utuh adalah
kenanga yang tidak bisa tumbuh tanpa kita.”

kereta berhenti dan aku membawa percakapan mereka ke dalam cahaya.

nanti, ketika seseorang membuatmu patah hati, kuharap kamu hanya menangis sekali dan mengingat kisah ini. meski jatuh berkali-kali, kamu telah dan akan tetap utuh seorang diri.

Advertisements

3 thoughts on “Puisi-puisi November

  1. Kak Bageur, apapun itu yang sedang menimpa kak Bageur sekarang, tetap kuat ya!

    Selalu ada yang membaca tulisan kak Bageur sepanjang apapun tulisannya kak. Semoga selalu diberi limpahan kesehatan dan kebahagiaan 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.