Tanah Papua — Kepingan Kecil Bernama Tanusan

“Yang indah dari Papua apa, sih?” Aku dan Sistha bertanya kepada wajah-wajah lugu di sekeliling kami.

Satu per satu dari mereka menjawab,
“Hutannya!”
“Lautnya!”
“Rusa-rusa!”
“Sungainya!”
“Sungai yang ada buayanya!”

Semua tertawa mendengar jawaban terakhir. Kami kebingungan di antara dua kemungkinan: apakah segala hal menjadi begitu indah di Papua atau justru semua kombinasi unik itu yang menjadikan Papua indah.

Continue reading “Tanah Papua — Kepingan Kecil Bernama Tanusan”

Advertisements

Mengapa Tanusan? — Sebuah Daftar Putar

Aku, Arief, Cycy, Juwandy, dan Sistha adalah lima karakter dengan jalan hidup berbeda yang dipertemukan semesta di persimpangan yang sama. Persimpangan itu berupa jalanan terjal penuh batu dan liku di sudut Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat. Dikelilingi oleh cuaca ekstrem dan ganasnya lautan, persimpangan tersebut bernama Desa Tanusan.  Continue reading “Mengapa Tanusan? — Sebuah Daftar Putar”

Menggenggam Tanah Papua: Wajah-wajah di Pelabuhan

Berbicara mengenai pertemuan-pertemuan, harus kuakui bahwa sejujurnya aku mengingat wajah lebih baik ketimbang nama-nama. Ketika aku bertemu dengan seseorang untuk pertama kalinya, lalu berkenalan, mataku menangkap respon lebih cepat dibanding daun telinga. Aku merekam wajah (warna mata, bentuk alis, tahi lalat, model rambut, gerak bibir), gestur tubuh (tangan di dada, menyilangkan kaki, menggaruk kepala), hingga pakaian dan aksesoris yang dikenakan (gaya jilbab, ikat rambut, topi, bentuk kacamata, letak jam tangan, warna baju, jenis sepatu). Tapi seringkali aku justru gagal mengingat sesuatu yang tidak kalah esensial: nama.

Aku tidak jarang merasa bersalah ketika bertemu seseorang untuk kedua atau ketiga kalinya dan dengan mudahnya melupakan nama tapi mengingat wajah mereka dan apa yang mereka kenakan saat pertama kali bertemu. Biasanya, mereka akan tertawa dan memperkenalkan diri kembali. Jika beruntung, aku akan mengingat namanya selalu. Jika tidak, aku akan melupakannya tanpa sadar sampai akhirnya kembali bertemu.

Continue reading “Menggenggam Tanah Papua: Wajah-wajah di Pelabuhan”